Pakaian Liturgi Imam

Posted: 17 September 2011 in KATOLIK

Dalam perayaan liturgi dan ibadat, para petugas memakai pakaian tertentu. Ada berbagai jenis pakaian liturgi yang disesuaikan dengan fungsi dan pemakainya. Pakaian ini melambangkan suasana liturgi yang dirayakan saat itu.

Jubah

Jubah adalah pakaian yang hanya dikenakan oleh imam, atau frater. Biasanya berwarna putih panjang, berlengan panjang.

Kasula

Kasula adalah pakaian luar yang dikenakan imam saat memimpin Perayaan Ekaristi. Kasula dikenakan diluar jubah atau alba. Kasula ini adalah pakaian resmi untuk imam yang wajib dikenakan saat memimpin Perayaan Ekaristi. Warna kasula selalu disesuaikan dengan warna liturgi pada saat itu, dan jenis pesta peringatannya.

Stola

Stola adalah pakaian liturgi berbentuk seperti selendang yang dikalungkan. Stola hanya boleh dipakai oleh orang-orang yang telah ditahbiskan yaitu, uskup, imam, diakon (calon imam). Stola merupakan simbo pemimpin liturgi. Maka tidak boleh dikenakan oleh orang yang tidak ditahbiskan. Stola biasa dipakai saat memberikan Sakramen Pengampunan dosa, saat memberikan Sakramen Minyak Suci, dan saat memimpin ibadat lainnya. Warna stola selalu disesuaikan dengan warna liturgi pada saat itu, dan jenis pesta peringatannya.

Pluviale

Pluviale adalah kain seperti mantel yang besar dan diberi hiasan indah. Pemakaiannya adalah dengan cara dikalungkan dari belakang dan dikancingkan pada bagian depan. Pluviale dipakai pada saat prosesi, adorasi, pemberkatan Sakramen Maha Kudus. Atau saat pemberkatan perkawinan tanpa Misa Kudus.

Velum

Velum adalah kain selubung berbentuk persegi panjang besar dengan ukuran lebar 2-3 meter, yang dihias indah, biasanya berwarna putih atau kuning. Biasanya dipakai imam untuk membungkus Sibori pada saat menyimpan Sakramen Mahakudus.

Amik

Amik adalah kain persegi empat yg pada kedua ujung atasnya terdapat tali yang panjang. Amik dipakai imam untuk menutupi krah baju atau jubah yang tidak berwarna putih. Amik dipakai sebelum mengenakan alba.

Alba

Alba adalah jubah panjang tipis berwarna putih. Alba berasal dari bahasa Latin “albus” yang artinya putih. Alba biasanya dipakai oleh imam atau diakon (calon imam) yang belum memakai jubah, dan  imam atau diakon yang ubahnya tidak berwarna putih . Alba bisa juga dipakai oleh para petugas liturgi lainnya, seperti: prodiakon, lektor, misdinar, dan pemazmur.

Superpli

Superpli adalah pakaian luar seperti rok yang panjangnya dari leher sampai atas lutut. Berwarna putih dan berlengan panjang. Biasa dipakai oleh imam, bruder, frater. Superpli dipakai di atas jubah imam, bruder, atau frater.

Dalmatik

Dalmatik berbentik seperti kasula, hanya biasanya pada ujungnya berbentuk persegi atau bersudut. Bermotif garis-garis salib besar. Hanya dipakai oleh diakon yang ditahbiskan (calon imam)

Samir

Samir adalah perlengkapan liturgi berupa kain seperti selendang kecil dikalungkan di leher yang kedua ujungnya menyatu, yang diberi hiasan salib pada ujungnya. Samir biasa dipakai oleh prodiakon & lektor. Warna samir selalu disesuaikan dengan warna liturgi pada saat itu, dan jenis pesta peringatannya.

Singel

Singel adalah sebuah tali panjang yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Singel ini boleh dipakai oleh siapa saja yang memakai alba, atau yang albanya terlalu besar. Singel dipakai untuk merapikan dan mengikat alba.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s